Karakteristik Kas Kecil :
1. Jumlah dibatasi sesuai dengan keputusan dari manajemen perusahaan. Kas kecil dari setiap perusahaan berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan
2. Digunakan untuk transaksi kecil yang rutin setiap hari
Misal: biaya makan/minum, biaya fotokopi dll
Sistem Pencatatan Dana Kas Kecil :
1. Imprest Fund System (Sistem Dana Tetap)
Dalam sistem ini dana kas kecil besarnya selalu tetap sesuai dengan yang di tetapkan manajemen, sehingga tidak setiap pengeluaran dicatat dalam kas kecil. Pencatatan kas kecil hanya dilakukan saat penambahan/pengisian kembali dana kas kecil. Dalam penerapan metode dana tetap memungkinkan pada akhir periode untuk membuat jurnal penyesuaian untuk pengeluaran yang belum mendapat penggantian.
Jurnal nya : Des 31 Beban-Beban Rp xx
Kas
kecil Rp xx
Pada awal
tahun berikutnya, dibuatkan jurnal pembalik agar saldo kas kecil kembali
seperti semula.
2. Fluctuation System (Sistem Dana Tidak Tetap)
Dalam
metode ini besarnya kas kecil selalu berubah-ubah sesuai transaksi. Setiap
terjadi pengeluaran kas kecil, selalu dilakukan pencatatan.
#Perbedaan Cara Pencatatan Dana Kas Kecil :
|
No
|
Transaksi
|
Pencatatan
Dala Jurnal
|
|
|
Dana Tetap
|
Dana Tidak Tetap
|
||
|
1.
|
Pembentukan Dana Kas Kecil
|
Kas Kecil
Rp xx
Kas Rp xx
|
Kas Kecil
Rp xx
Kas Rp xx
|
|
2.
|
Pengeluaran kas kecil (sprti pembelian perangko,
pembayaran listrik dll)
|
Tidak Dijurnal |
B. Perangko
Rp xx
B. Listrik
Rp xx
Biaya..... Rp xx
Kas
Kecil Rp xx
|
|
3.
|
Pengisian Kembali Dana Kas Kecil
|
B. Perangko
Rp xx
B. Listrik
Rp xx
Biaya....
Rp xx
Kas Rp xx
|
Kas Kecil Rp xx
Kas Rp xx
|
|
4.
|
Penyetoran kembali ke Kas, karena dana kas kecil
dianggap terlalu besar
|
Kas Rp xx
Kas
Kecil Rp xx
|
Kas Rp xx
Kas
Kecil Rp xx
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar